Rabu, 19 November 2014

Demo: Antara (?) dan (!)

Jadi ceritanya gini
Pulang ngampus kejebak ujan
Mampir ke MP buat neduh
Sekalian beli siomay, ganjel perut
Makin deres ujan, makin rame MP

Awalnya, MP rame dipake neduh
Sampe akhirnya,
Dateng segerombolan massa
Menambah padat halaman MP
Yang sebenernya sudah penuh sesak

Oh, mereka yang habis demo itu
Ngapain kesini?
Neduh?
Atau, mau beli siomay juga? hmm -,-"



Lagi enak-enak makan siomay
Eh, suasana MP tiba-tiba keruh
Dinginnya ujan udah nggak berasa
Malah keringetan, entah karena panas atau cemas

"Mbak, mendingan abis makan langsung pulang aja deh, beneran ini."
ucap seorang pemuda mengingatkan.

Etdah! ini mas-mas baik sih, udah ngingetin
Ya tapi kan, atmosfer di hati jadi makin tak karuan
Siomay di piring tak lagi nikmat
Karena disantap cepat-cepat

"Ayo buruan, kita pulang." ucap temenku yang panik (aku juga panik sih)
"Pulang kemana, ujan gini, itu juga masih rame, mau lewat mana?"
sanggah temenku satu lagi, yang santai melahap makanannya

Akhirnya, kami mencoba saling menenangkan (ciyeee)
Sambil menghabiskan makanan masing-masing
Menunggu hujan reda
Berharap, hati mereka -para demonstran- juga ikut mereda

"Woooy, yang *** (menyebutkan nama organisasi) kumpul siniiii!"
teriak seorang diantara mereka, entah siapa itu~

"Heeey, yang *** (sama, nyebut nama organisasi) kesini semua!"
teriak seorang lagi dari perkumpulan lain~

Mereka berkumpul
Membentuk barisan masing-masing
Mungkin hendak diskusi
Membahas misi apa selanjutnya

Yang cukup menarik,
Sepertinya, kami tak asing dengan salah seorang pendemo

Ya, orang itu satu kelas dengan kami pas di mata kuliah yang berlangsung sebelum kami pulang, kemudian terdampar di MP, terjebak hujan, terkurung diantara para demonstran-

Mas yang suka nanya, ngasih masukan sekaligus kritik waktu "kami" (adik tingkatnya) presentasi di kelas.

"Pantesan, nggak ada yang 'berontak' pas tadi presentasi, orang dianya ada disitu." sambar salah seorang temenku."

"Yah, ilang deh gantengnya." temenku yang lain melanjutkan.

hahaha

-----------------------------------------------------------------------------

Hujan mulai reda,
Jejak siomay sudah tak terlihat lagi (udah abis -,-")
Para demonstran pun mulai tenang
Mungkin mereka lelah~ syalala

Yak! ini saat yang tepat untuk melarikan diri, pulang maksudnya.
Kami berpisah.

Aku bersama sepeda cantikku melanjutkan perjalanan,
berduaan saja~ (sama sepeda woy, se-pe-da)

Tak disangka,
Diluar lebih rame!
Jalan diblokir!
TransJogja tak beroperasi!
Polisi dimana-mana!
Mengerikan!

Aku mencoba acuh,
Seolah tak tau apa yang terjadi
Kulanjutkan perjalanan
Meter demi meter terlewati

Ah, sial!
Jalan menuju kost-an macet total
Mungkin ini dampak pemblokiran
Menit demi menit, aku diam di tempat
Hingga akhirnya, sampai juga di kost-an
Fiuh, Alhamdulillaah

Biasa, anak muda jaman sekarang
Nyampe kost-an langsung nge-cek HP
Siapa tau notif udah penuh
Entah dari BBM, Line, WA, IG (beh, jadi riya', maaf ya)
Maklum, banyak penggemar (duh, kePDan -,-" maaf lagi ya)

Bener!
Ya, walaupun nggak ada notif dari BBM dkk, seperti yang dibayangkan
Tapi ada notif panggilan tak terjawab
Wah wah wah, ada apa ini?
Bukde ku nelpon sampe berkali-kali
Mungkin nelponnya pas aku lagi kejebak macet

"Maaf Bukde, telponnyo idak diangkat,
Osi baru balek kuliah, ado apo Bukde?"
dengan segera aku mengirim sms

"Osi ikut demo UIN dak? Cak mano keadaan osi?
Butuh apo? Dimano sekarang? Kok ditelpon idak masuk-masuk?"
Tanya Bukde ku penuh kecemasan

"Idak bukde, Osi idak apo-apo kok, sekarang lagi di kost-an,
tadi Bukde nelpon, osi lagi dijalan, idak kedengeran bunyi hp nyo."
Jawabku coba menenangkan

NB: Bahasa yang digunakan, Bahasa "Wong Kito Galo"

*cerita selesai*

Sore itu, 18 November 2014

------------------------------------------------------------------

Demo, oh Demo ...
Sungguh kau menyimpan banyak tanda tanya (?)
Pun tanda seru (!)

Mungkin yang lebih tepat bukan Demo-nya,
Tapi Demonstran-nya
Entahlah, mungkin keduanya

Selain menimbulkan kegaduhan, kepanikan,
kesemrautaan, kekacauan-
Adakah satu saja dampak positif darinya?

Tersampaikankah aspirasimu bila tempuh jalur anarkis?
Didengarkankah suaramu oleh mereka,
Para pemangku jabatan, pemegang kekuasaan?

Sayangnya,
Yang aku lihat hanya muka penuh ego,
Kesombongan tak bertepi,
Seolah merasa diri hebat
Jika sudah turun ke jalan,
Teriak sana-sini
Lempar-lemparan batu dengan polisi

Hey kau, yang merasa keren dengan itu
Terselesaikankah masalahnya?

Ah sudahlah
Teruslah kau berteriak, selagi masih didengar
Saat baru lahir pun, kau sudah berteriak bukan?

Salam damai dariku, yang dilanda cemas saat demo anarkis terjadi.

Oh iya, selamat datang di rezim baru ini.
Selamat menikmati "indahnya" democrazy

-------------------------------------------------------------------------

Seret para saksi Alfy Shanaz Khoirunnisa Nida Ayoe Ayu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan tata cara berkomentar yang baik.
Komentar Anda akan tampil setelah disetujui oleh pemilik blog.